BPMS. Budaya Politik Matang dan Sejahtera

Kata-kata Al Marhum Pak Hamka Tentang Nilai-Nilai Dakwah

buya_hamka-jpeg

Rujukan Ciri 2 BPMS: Politik Dakwah

kata-kata Al Marhum Pak Hamka tentang nilai-nilai dakwah (yang begitu diabaikan mutakhir ini) ……..
▫Dakwah itu membina, bukan menghina,
▫Dakwah itu mendidik, bukan ‘membidik’,
▫Dakwah itu mengobati, bukan melukai,
▫Dakwah itu mengukuhkan, bukan meruntuhkan,
▫Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan,
▫Dakwah itu mengajak, bukan mengejek,
▫Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan,
▫Dakwah itu mengajar, bukan menghajar,
▫Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar,
▫Dakwah itu menasehati, bukan mencaci maki,
▫Dakwah itu merangkul, bukan memukul,
▫Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar,
▫Dakwah itu argumentative, bukan provokatif,
▫Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat,
▫Dakwah itu realistis, bukan fantastis,
▫Dakwah itu mencerdaskan, bukan membodohkan,
▫Dakwah itu menawarkan solusi, bukan mengumbar janji,
▫Dakwah itu berlumba dalam kebaikan, bukan berlumba saling menjatuhkan,
▫Dakwah itu menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat,
▫Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru,
▫Dakwah itu mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan,
▫Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat,
▫Dakwah itu menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan,
▫Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari-cari aib dan menyebarkannya,
▫Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran,
▫Dakwah itu mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan,
▫Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis,
▫Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat,
▫Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan,
▫Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran,
▫Dakwah itu siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh,
▫Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan,
▫Dakwah itu melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran,
▫Dakwah itu asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian,
▫Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan,
▫Dakwah itu kita mengatakan: “aku cinta kamu”, bukan “aku benci kamu”,
▫Dakwah itu kita mengatakan: “Mari bersama kami” bukan “Kamu harus ikut kami”,
▫Dakwah itu “Biaya Sendiri” bukan “Dibiayai/Disponsori”,
▫Dakwah itu “Habis berapa ?” bukan “Dapat berapa ?”,
▫Dakwah itu “Memanggil/Mendatangi”  bukan “Dipanggil/Panggilan”,
▫Dakwah itu “Saling Islah” bukan “Saling Salah”,
▫Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian,
▫Dakwah itu dengan “Cara Nabi” bukan dengan “Cara Sendiri”.